TEKNOLOGI GAMES BERGENRE RPG

Posted on March 3, 2010

0


Game dengan jenis Role Playing Game merupakan game yang berciri action dan umumnya  pertempuran. Bagi para pencinta game, untuk games yang berjenis RPG ini tidak membosankan karena selalu ada pengembangan mengenai games jenis ini, misalnya lokasi pertempuran, tokoh dan karakter, senjata yang digunakan, strategi dan tantangan yang beragam, serta masih banyak lagi.

R.M merupakan program yang di gunakan untuk membuat game bertipe R.P.G (Role Playing Game). Program ini cukup mudah untuk dipahami, karena dilengkapi dengan tools-tools yang bisa dibilang tidak terlalu rumit. Script yang digunakan adalah RGSS (Ruby Game Scripting System,sebuah system script turunan dari bahasa Ruby),sementara untuk RPGmaker terbaru (RPGmaker VX) yang dipakai adalah pengembangan dari RGSS,yaitu RGSS2. RPG Maker Full Version

Sisi interface bagi sebuah game merupakan sesuatu yang sangat penting, dan teknologi yang di gunakan seperti Flash dan Java, yang dapat menampilkan video dan audio interaktif pada Internet.
Beberapa tahun yang lalu, Ada sebuah game RPG keren di PlayStation yang berjudul Valkyrie Profile. Game ini menggunakan perpaduan dari grafis 2D dan 3D. Grafis 2D digunakan pada saat kita melakukan perjalanan dan menjelajah berbagai area.

Di beberapa tempat kita akan bertemu dengan musuh yang dapat ditembak dengan photon. Ini akan mengakibatkan musuh membeku selama beberapa saat. Musuh yang membeku bisa kita gunakan sebagai batu pijakan, pemberat untuk lantai pijak dan bahkan target untuk melakukan teleportasi. Ketiga hal yang bisa kita lakukan dengan kemampuan photon tersebut akan membantu akan memecahkan berbagai puzzle yang ada.
tetapi jika kita tidak membekukan musuh. Jika kita bersentuhan dengan mereka maka kita akan segera memasuki battle mode yang memiliki tampilan grafis 3D.

Tampilan grafis dalam Valkyrie Profile 2 ini di buat dengan sangat bagus, Backgroundnya benar-benar didesain dengan sangat detil. Di saat fmv atau cutscene juga kita bisa merasakan luapan emosi dari masing-masing karakter. Sayangnya, di sisi audio kita seringkali menyadari bahwa gerakan bibir karakter-karakternya tidak sinkron dengan dialog yang mereka ucapkan

Posted in: Uncategorized